SCREENING DAN DISKUSI FILM FIKSI PENDEK DARI AUSTRIA BERJUDUL “FREIGANG” PRODI FILM DAN TELEVISI

Selasa, 17 Februari 2020, Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kedatangan tamu dua orang  filmmaker dari Austria. Dalam kesempatan itu diadakan screening dan diskusi film fiksi pendek  berjudul Freigang (Day Release) yang bertempat di Studio 2, Prodi FTV, FSMR. Sebagai narasumber, hadir penulis naskah dan produser film tersebut, Sebastian Schmidl (Produser dan Penulis Naskah) dan Victoria Herbig (Produser). Mereka berasal dari salah satu sekolah film di Austria yakni, Filmakademie Wien: Institut Für Film Und fernsehen Austria. Filmnya sendiri telah memenangkan beberapa penghargaan di berbagai Festival Internasional, antara lain Austrian Film Award 2020 untuk kategori Best  Short Film dan Queen Palm International Film Festival (2020) Second Quarter Gold Award untuk kategori Best Short Film pula.

Acara kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa lintas angkatan, namun didominasi mahasiswa mata kuliah kelas produksi film fiksi. Mereka  sangat antusias mengikuti kuliah umum ini. Turut hadir pula Kaprodi Film dan Televisi, Agnes Widyasmoro, S.Sn, M.A, Kaprodi Fotografi Dr. Irwandi, M.Sn serta beberapa dosen di lingkungan Prodi Film dan Televisi, FSMR, ISI Yogyakarta. Dari pihak internal  dimoderatori oleh sekretaris jurusan, Arif Sulistiyono, M.Sn, sedangkan dari pihak tamu dipandu oleh sahabat baik Sebastian, Andre Moedanton seorang aktivis seni dan pembuat film dokumenter.

Setelah sesi pemutaran film yang berlangsung sekitar 35 menit, dilanjutkan dengan sesi diskusi film yang berlangsung sangat cair. Para mahasiswa juga terkesan dengan film yang telah diputar. Terlebih plot filmnya yang sederhana dan dikemas dengan bahasa visual yang kuat, serta pesannya yang universal. Antusiasme mahasiswa yang bertanya membuat kelas semakin hidup. Berbagai pertanyaan yang muncul antara lain terkait dengan bagaimana proses teknis produksi film tersebut dan sisi estetis filmnya. Tak lupa pula berbagai pertanyaan umum lainnya terkait industi film di Austria. Sebastian dan rekannya Victoria dengan antusias pula menjawab berbagai pertanyaan dengan rinci dan detail. Tak terasa waktu yang terbatas membuat diskusi yang telah berlangsung selama 45 menit harus terhenti. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama. Acara semacam ini sangatlah berharga dan membuat mahasiswa lebih terbuka terhadap karya-karya dari luar yang bisa menginspirasi proses pembelajaran di lingkungan prodi Film dan TV, FSMR, ISI Yogyakarta. (DW)