PAMERAN FOTO CETAK TUA

Alternative Photographic Processes (APHIC) Week

 

Menandai berakhirnya proses perkuliahan Mata Kuliah Fotografi Cetak Tua, Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, telah menyelenggarakan Pameran Alternative Photographic Process Week (APHIC) 2019 di Jogja National Museum pada tanggal 26-31 Desember 2019. Pameran yang merupakan penyajian hasil pembelajaran para mahasiswa/I semester 3 (angkatan 2018) ini dibuka pada Kamis, 26 Desember 2019, pukul 19.00 WIB oleh Dr. Mikke Susanto, M.Sn.

Setelah melalui rangkaian proses pembelajaran, diskusi, dan eksplorasi artistik, para mahasiswa pun berhasil mewujudkan ragam karya menarik. Namun untuk menjaga kualitas dan mengajarkan tentang proses pameran yang baik, para mahasiswa juga diajak untuk melewati proses kurasi oleh Kurator  Dr. Irwandi, M.Sn. dan Novan Jemmi Andrea, M.Sn. yang akhirnya memilih 74 pengkarya untuk memamerkan karyanya.  “Pameran APHIC WEEK merupakan akumulasi proses pembelajaran Fotografi Cetak Tua yang bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan keterampilan khusus yang membedakannya dari lulusan lembaga pendidikan fotografi lainnya. Mata kuliah ini berisi “ilmu fotografi” yang khusus nan khas sebagai ciri bagi civitas academica di Program Studi Fotografi, FSMR, ISI Yogyakarta.” Ujar Dr. Irwandi, M.Sn.

Judul “APHIC WEEK” yang digunakan pada pameran kali ini merupakan representasi dari proses pembelajaran tentang teknik cetak tua, yang ditemukan pada abad 19 dan 20. Dalam mata kuliah ini, para mahasiswa/I diajak untuk mempelajari beragam teknik cetak dengan menggunakan berbagai alat dan bahan kimia. Dr. Irwandi, M.Sn., menegaskan bahwa untuk menghadirkan pameran ini, para mahasiswa harus mempelajari teknik cetak tua  seperti cyanotypes, vandyke brown print (VDB), gum bichromate, bahkan yang terbaru adalah carbon transfer print, dryplate, dan gumoil, yang membutuhkan pemahaman dan perhatian khusus. Proses perkuliahan yang berlangsung dinamis, menantang para mahasiswa untuk selalu aktif mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru yang bisa diwujudkan melalui penciptaan karya dengan memanfaatkan teknik cetak tua.

Selama pameran berlangsung, telah diselenggarakan pula rangkaian acara berupa Artist Talk bersama pengkarya dan Terasharing pada Jumat, 27 Desember 2019, pukul 16.00 WIB, di Ruang Galleri Jogja National Museum. Acara lainnya  berupa Talkshow “Proses Kreatif Berkesenian” yang diisi oleh Bapak Drs. Alexandri Lutfhi R, M.S. telah dilaksanakan pada Jumat, 27 Desember 2019, pukul 19.00 WIB, di Ruang Galleri Jogja National Museum. Selanjutnya, telah diadakan pula diskusi panel oleh SOKONG, KOPPI (keluarga old photography process ISI Yogyakarta), dan Afdruk 56, pada, Sabtu, 28 Desember 2019, pukul 15.30 WIB. Sebagai bagian penting dari semangat berbagi ilmu dan pengalaman tentang cetak tua, telah diselenggarakan pula workshop Cyanotype dan Gum Bichromate pada Sabtu, 28 Desember dan Minggu, 29 Desember 2019, pukul 11.00 WIB oleh KOPPI, di Ruang Galleri Jogja National Museum.