MAHASISWA FSMR ISI YOGYAKARTA ASAH JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI BERJUALAN DI EVENT SEWON SCREENING 12

MAHASISWA FSMR ISI YOGYAKARTA ASAH JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI BERJUALAN DI EVENT SEWON SCREENING 12

YOGYAKARTA, 26 September 2026 – Sabtu, 26 September 2026 menjadi momen krusial sekaligus penanda berakhirnya rangkaian program International Residency on Cultural Media and Creative Entrepreneurship (Entrepreneurship Bootcamp) hasil kolaborasi Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta dan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Hari sabtu merupakan hari kelima sekaligus hari terakhir bagi pada mahasiswa dalam menjalankan praktik penjualan produk dan jasa kreatif mereka secara langsung di arena booth event Sewon Screening 12. Memasuki hari terakhir program, para mahasiswa peserta bootcamp secara resmi menerjunkan produk dan jasa kreatif hasil rancangan mereka langsung ke pasar nyata dalam gelaran event Sewon Screening 12.

Melalui pembukaan stan (booth) penjualan di arena Sewon Screening 12, para mahasiswa dari empat program studi (Fotografi, Film dan Televisi, Produksi Film dan Televisi, serta Animasi) berkesempatan merasakan atmosfer transaksi bisnis secara aktual dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Pengalaman berjualan secara real ini menjadi wahana pembelajaran berharga yang tidak dapat digantikan oleh materi di dalam kelas. Selama aktivitas penjualan berlangsung, para mahasiswa mengasah berbagai kemampuan praktis, antara lain:

  • Seni Berinteraksi dan Persuasi Konsumen: Mahasiswa belajar bagaimana menawarkan produk secara efektif, menyampaikan nilai keunggulan produk (Unique Selling Proposition), serta meyakinkan pengunjung untuk melakukan pembelian.
  • Transaksional dan Tata Kelola Kasir Modern: Mahasiswa mengimplementasikan sistem pembayaran digital terkini menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta mengelola pencatatan kasir secara akuntabel.
  • Manajemen Pelayanan Pelanggan (Customer Service): Mengelola respons konsumen secara langsung, menangani pertanyaan, serta membangun citra merek yang ramah dan profesional.

Pelaksanaan hari terakhir ini juga menjadi momen evaluasi penting bagi seluruh peserta. Perlu dipahami bahwa tolok ukur keberhasilan kegiatan Entrepreneurship Bootcamp ini tidak semata-mata diukur dari apakah target penjualan nominal Rp1.000.000 per kelompok berhasil tercapai atau tidak.

Dalam kalkulasi dan analisis bisnis yang komprehensif, evaluasi usaha juga harus memperhitungkan seluruh komponen biaya, termasuk biaya produksi, bahan baku, sewa tempat, penyediaan fasilitas, hingga berbagai dukungan operasional lainnya. Selama berlangsungnya bootcamp, komponen-komponen tersebut mendapatkan dukungan, fasilitas, dan subsidi penuh dari program Entrepreneurship Bootcamp kerja sama FSMR ISI Yogyakarta dan UNIMAS.

Oleh karena itu, nilai utama dan indikator keberhasilan sejati dari program ini terletak pada proses pembelajaran holistic (process-oriented learning), yaitu bagaimana mahasiswa memahami rantai pasok, literasi keuangan, pengelolaan risiko, hingga terbentuknya mentalitas wirausahawan kreatif yang tangguh.

Pihak Fakultas Seni Media Rekam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa, panitia kegiatan, narasumber serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya Entrepreneurship Bootcamp ini dari awal September hingga praktik langsung berjualan di suatu event.

Meski program bootcamp secara resmi telah berakhir, pengalaman lapangan dan wawasan bisnis yang diperoleh para mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta diharapkan menjadi modal berharga untuk terus berkarya, berinovasi, dan melangkah mantap menjadi wirausahawan kreatif di masa depan.

Memuat

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID