KEDISIPLINAN PANGKAL KESUKSESAN PADA SEMESTER BARU

Civitas academika Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, telah menjalani masa pengisian dan konsultasi KRS pada Senin 20 Januari 2020 hingga Jumat 24 Januari 2020. Selama masa pengisian KRS, mahasiswa aktif diwajibkan untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik untuk menentukan mata kuliah apa yang akan ditempuh selama satu semester kedepan. Penentuan mata kuliah dan diantaranya adalah kelulusan mata kuliah pada semester sebelumnya serta nilai Indeks prestasi (IP).

Proses konsultasi pengisian KRS menjadi salah satu upaya untuk menganalisa dan mencari solusi dari berbagai persoalan akademik yang dihadapi mahasiswa. Oleh karenanya, keaktiifan mahasiswa untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing akademik merupakan sebuah kewajiban.  Pitri Ermawati, M.Sn, dosen dari Program Studi (Prodi) Fotografi, menyatakan bahwa semua mahasiswa itu pintar namun tidak semuanya disiplin walaupun kedisiplinan tersebut adalah pangkal dari kesuksesan. Sehingga ia mengharapkan setiap dosen dan mahasiswa menyegarkan kembali kualitas kedisplinanya. Tahun yang baru merupakan semangat baru bagi semua mahasiswa agar dapat menggapai cita-cita yang diinginkan

Bagi mahasiswa, kedisiplinan menempuh setiap mata kuliah yang telah diajukan pada KRS menjadi hal yang sangat penting. Tingkat kelulusan mata kuliah yang ditempuh akan mempengaruhi nilai IP dan nantinya akan mempengaruhi pula jumlah SKS yang dapat diambil pada semester berikutnya. Salah satu mahasiswa Prodi Fotografi angkatan 2018, Arivia Rahma Diani memilih untuk mengajukan 22 SKS dengan pertimbangan agar dapat berkonsentrasi dan mempersiapan tugas-tugas lebih matang sehingga dapat lulus pada semua mata kuliah yang ditempuh. Strategi tersebut dilakukan agar pada semester depan ia dapat mengambil jumlah maksimal 24 SKS.

Pada Semester Genap 2019/2020 ini ditawarkan Mata Kuliah Kapita Selekta. Mata kuliah ini bertujuan membuka wacana dan wawasan setiap mahasiswa, sehingga sangat dibutuhkan ketekunan dan bekal pengetahuan  untuk memahami dan menerjemahkan setiap fenomena fotografi yang berkembang saat ini. Hal tersebut menjadi perhatian khusus Pitri Ermawati, M.S,n, yang menyarankan akan lebih baik jika mahasiswa yang mengambil dan menempuh mata kuliah tersebut sudah matang secara teori.

Suasana antrian mahasiswa untuk menyelesaikan pengisian KRS di Gedung Rektorat Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Rabu (23/1). Pengisian KRS merupakan proses yang wajib dijalani mahasiswa sebagai bagian dari perencanaan perkuliahan pada setiap semester. (Humas Red)