CERITA EKA ARIEF SETYAWAN (MAHASISWA FILM & TELEVISI, 2015) BERSAMA KICK ANDY SHOW: TENTANG KECELAKAAN, MENANG SAYEMBARA, DAPAT UNDIAN HINGGA MIMPI MENJADI KENYATAAN

Mei 2014, Eka Arif Setyawan yang saat itu masih duduk di kelas 2 SMK tiba-tiba (dan entah mengapa) ingin menjadi penonton di acara Kick Andy MetroTV. Eka sudah lama menggemari program acara itu dan mengagumi sosok Andy Noya. Kick Andy tak hanya sebuah program televisi dengan konten berkualitas, namun juga memberikan inspirasi dan motivasi hidup baginya. Eka yang saat itu masih tinggal di Surabaya meminta izin tidak masuk sekolah selama lima hari demi bisa menonton langsung acara itu di Jakarta kepada pihak sekolah dan juga kepada kedua orang tua serta neneknya dengan bekal doa agar selamat selama mengendarai motor sampai Jakarta.

4 Mei 2014 tepatnya, Eka memulai perjalanan nekadnya dari Surabaya ke Jakarta mengendarai motor matic Honda Beat warna hitam yang baru tiga bulan dibelikan ayahnya. Rasa semangat dan ingin cepat sampai Jakarta kian berkobar manakala ia mendapat balasan surel dari pihak Kick Andy menjelang ia berangkat.  Singkat cerita, perjalanan melalui jalur Pantai Utara (Pantura) hingga memasuki Jawa Tengah ia lalui dengan aman tanpa hambatan. Rupanya Tuhan punya rencana lain. Menjelang pukul 10 pagi ketika Eka memasuki wilayah Pemalang terjadi musibah. Tiga lubang besar di pinggir jalur Pantura tak terlihat olehnya membuat ban depan sepeda motor yang melaju cukup kencang seketika masuk lubang dan membuat motor Eka terpelanting dan terseret sejauh kurang lebih lima meter.

Ternyata masih banyak orang yang selalu ditakdirkan berbuat baik. Meski sekitar lokasi merupakan area persawahan, namun ternyata ada beberapa penduduk sekitar yang dengan cepat datang dan membawa Eka ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan pertama. Beruntung ia tidak mengalami luka berat sehingga tidak harus dirujuk ke IGD Rumah Sakit. Meski demikian, ia mengalami cidera kaki dan terluka di sana sini.  Keadaan motor Eka pun setali tiga uang, rusak di banyak tempat. Keberuntungan kesekian kalinya karena kebaikan kembali datang oleh pria paruh baya yang mengantarnya ke rumah sakit. Beliau memiliki bengkel motor dan tanpa diminta berupaya memperbaiki motornya. Sambil beristirahat dan memulihkan shock akibat kecelakaan di rumah pemilik bengkel, motor yang rusak tadi diperbaiki sebisanya hanya untuk sekedar bisa jalan normal. Sementara itu keluarga di Surabaya yang mendapat kabar kecelakaan Eka menjadi tidak tenang dan memintanya kembali. Namun tekad bulatnya tetap meneguhkan pendirian untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Jakarta yang akan ditempuhnya separuh jalan lagi, menjelang Maghrib hari itu juga.

Luka-luka di kaki Eka akibat kecelakaan

Eka tiba dengan selamat di Jakarta pada dini hari berikutnya dan menumpang di rumah saudaranya. Baru hari berikutnya ia mendatangai Studio MetroTV sesuai informasi yang disampaikan staf produksi melalui surel yang diterima sebelumnya dengan jalan terpincang-pincang dengan kaki masih dibalut perban. Semangatnya kembali membara ketika ia menyaksikan secara langsung penampilan Andy Noya di Grand Studio MetroTV yang selama ini hanya ia lihat melalui layar televisi. Ia tak menyangka dapat mencapai sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Titik itu membuatnya punya mimpi untuk dapat kembali datang namun sebagai narasumber, bukan penonton. Titik itu pula yang membekas dan kelak menjadi referensi pilihan studi sarjananya yaitu kuliah dalam bidang pertelevisian.

Suasana live-taping program Kick Andy kala itu (2014)

Swafoto bersama poster Andy Noya (2014)

Kecintaan Eka kepada Kick Andy tidak pernah surut usai mengikuti live taping program itu. Setahun kemudian secara tak sengaja ia menemukan pengumuman sayembara desain sampul buku biografi Andy Noya. Ia yang punya hobi menggambar dan desain seketika memutuskan mengikuti sayembara itu meski ia dihantui rasa pesimis dapat memenangkannya. Toko-toko buku ia datangi untuk melakukan riset dan mencari referensi desain sampul buku biografi. Ia memutuskan membuat desain sampul yang sangat sederhana dengan elemen foto yang dipilih dari sumber foto yang dilampirkan panitia. Ia semakin sangsi ketika mengetahui beberapa temannya mengikuti kompetisi itu dengan desain yang menurutnya lebih berpotensi menang. Tiga bulan berlalu, tiba-tiba ia mendapat kabar jika desain karyanya terpilih menjadi sampul buku biografi Andy Noya. Antara bahagia dan tidak percaya ketika ia menerima hadiah merchandise senilai 2,5 juta rupiah karena pada saat di Jakarta tahun sebelumnya, tak satu pun suvenir acara Kick Andy ia beli akibat uang yang ia siapkan dipakai untuk memperbaiki motor. Kegembiraannya semakin lengkap ketika pada saat yang sama, ia juga diterima kuliah di Program Studi S1 Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta.


Pengumuman pemenang desain sampul buku biografi Andy Noya “Kisah Hidupku” (2015)

Tepatnya 9 September 2016, setahun kemudian, Eka yang saat itu telah menjadi mahasiswa juruasan Film dan Televisi kembali ikut acara off-air yang dibuat MetroTV, “Kick Andy Roadshow” di Kampus UPN Yogyakarta. Ingatannya kembali melayang jauh dua tahun ke belakang ketika ia harus susah payah untuk bisa datang ke live taping acara Kick Andy. Namun hari itu ia tak harus bersusah payah karena acaranya ada di kota yang saat itu ia tinggali. Keberuntungannya seakan tak pernah habis, di tengah pengundian door-prize ia terkejut ketika tiba-tiba MC menyebutkan namanya. Ia pun dipanggil naik ke panggung untuk menerima hadiah action-camera yang diserahkan langsung oleh Andy Noya. Momen yang selama ini ia tunggu-tunggu akhirnya datang tanpa diduga. Saat itu Andy Noya belum mengetahui jika Eka adalah pembuat desain sampul buku biografinya. Eka yang berniat mengatakan itu di panggung seperti merasa tercekat entah mengapa, sampai ia turun hanya dua kata saja yang keluar yaitu siapa namanya dan asal kampusnya. Ia begitu menyesal namun kembali bertekad suatu saat nanti harus ia ceritakan ke Andy Noya.

Foto bersama Andy Noya pada Kick Andy Roadshow di Yogyakarta (2016)

Tahun 2020 di bulan Juni, Tuhan mendengarkan keinginannya melalui kebaikan tim produksi Kick Andy yang akhirnya mengetahui kisah-kisahnya. Tepatnya 21 Juni 2020, ia akhirnya benar-benar menjadi salah satu narasumber pada episode Kick Andy “Andy Noya Bicara” meskipun harus melalui video-conference dari rumah. Mimpi Eka pun menjadi kenyataan. Ia punya ‘panggung’ untuk menceritakan langsung kepada Andy Noya tentang kecintaannya pada Kick Andy, tentang kecelakaan ketika ia ingin menonton langsung di Jakarta, tentang kemenangannya sebagai desainer sampul buku biografi Andy Noya, tentang door-prize action-cam, tentang foto bersama di UPN Yogyakarta dan tentang bagaimana ketika melihat proses live-taping Kick Andy di Grand Studio MetroTV yang kemudian membawanya kuliah di Program Studi Film dan Televisi, FSMR ISI Yogyakarta. Di akhir acara, Eka mendapat kejutan hadiah Notebook yang diberikan staf produksi Kick Andy yang ternyata sudah menunggu di depan rumah.

Eka dan Kick Andy adalah bagian dari kisah-kisah yang menginspirasi tentang kegigihan menggapai mimpi, cinta, dan kebaikan sekaligus bagian dari cara memahami bagaimana takdir Tuhan bekerja. (AF)