Fotografi macro merupakan merupakan salah satu genre fotografi yang saat ini banyak diminati. Istilah macro merujuk pada metode pengambilan gambar dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang baik namun tidak membutuhkan alat pembesar optik seperti mikroskop melainkan hanya mengandalkan lensa dan pencahayaan yang tepat. Setiap fotografer biasanya membuat perbandingan rasio 1:1 untuk memberikan kesan bahwa gambar yang kecil menjadi besar dan ukuranya sama dengan bentuk aslinya. Jika biasanya objek fotografi macro adalah flora dan fauna berukuran kecil, namun saat ini fotografi makro memiliki potensi besar dalam ranah komersil. Teknik fotografi macro sering diaplikasikan pada pemotretan perhiasan, ataupun objek lain yang sangat membutuhkan detil.
Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menyadari bahwa perkembangan fotografi macro sangat pesat. Oleh karenanya, pada Jumat (13/3/2020), di Ruang AUVI, FSMR, ISI YOGYAKARTA diadakan Kuliah Umum bertajuk “Foto Macro: Antara Kesabaran, Kejelian dan Lomba Foto” dengan menghadirkan narasumber seorang fotografer spesialis macro, Ir. Nursanto. Pada kuliah umum tersebut, Ir. Nursanto yang memiliki prestasi menjuarai kontes foto internasional tersebut memberikan pemahaman kepada para peserta tentang metode, trik, dan potensi kreativitas yang bisa dilakukan pada pemotretan macro. Jika para fotografer memahami tingkat kesukarannya, maka hal tersebut akan menjadi dorongan untuk melakukan eksplorasi agar dapat menghasilkan foto yang berkualitas. Dalam kuliah umum tersebut, ia juga menyampaikan kiat-kiat bagaimana membuat foto macro yang laik untuk diikut sertakan dalam lomba, festival atau kontes foto.
Bagi Ir. Nursanto, fotografi macro tidak hanya menjadi sarana kebutuhan pemuas batin dan penyaluran hobi, akan tetapi juga dapat menjadi pekerjaan yang menjanjikan jika ditekuni. Dengan mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan dengan fotografi makro, maka wujud-wujud visual baru dari berbagai objek foto bisa dimunculkan. Misalnya saja kebutuhan untuk menampilkan detil-detil desain maupun aksesoris fesyen, serta objek-objek detil yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Red)

Ir. Nursanto memaparkan seluk beluk fotografi saat kuliah umum bertajuk “Foto Macro: Antara Kesabaran, Kejelian dan Lomba Foto” berlangsung di Ruang Audio Visual (AUVI), Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jumat, (13/3/2020). Dalam kuliah umum itu, fotografer yang memiliki prestasi internasional tersebut juga menjabarkan tentang potensi komersil di dunia fotografi macro.

Dosen senior Program Studi Fotografi, Drs. H. Surisman Marah, M.Sn. memberikan kenang-kenagan kepada Ir. Nursanto setelah mengisi kuliah umum di Ruang Audio Visual (AUVI), Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jumat, (13/3/2020).

Peserta kuliah umum berfoto bersama dengan Ir. Nursanto(tengah) setelah mengikuti kuliah umum fotografi macro di Ruang Audio Visual (AUVI), Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jumat, (13/3/2020). Dalam kuliah umum tersebut Ir. Nursanto tidak hanya memberikan penjelasan teknis namun juga memberikan penjelasan prospek kerja fotografi macro.