BANTUL, 21 Oktober 2026 — Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan workshop bertajuk “Mengelola Krisis Komunikasi di Perguruan Tinggi” pada Rabu, 21 Oktober 2026. Bertempat di Ruang AUVI FSMR ISI Yogyakarta, Bantul, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FSMR ISI Yogyakarta. Workshop ini menghadirkan narasumber ahli yang juga Juru Bicara Universitas Gadjah Mada (UGM), I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan, strategi, dan keterampilan civitas akademika dalam menghadapi serta mengelola dinamika komunikasi di lingkungan institusi pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya yang dikemas melalui topik utama “Behind the Microphone: Mengelola Krisis Komunikasi dari Pengalaman Menjadi Juru Bicara UGM”, I Made Andi Arsana berbagi wawasan mendalam mengenai pentingnya kesiapan mental, integritas, dan ketepatan taktik saat institusi menghadapi sorotan publik maupun krisis komunikasi. Ia menekankan bahwa integritas harus selalu mendahului strategi (Integrity Comes Before Strategy), di mana ukuran keberhasilan komunikasi bukan sekadar memenangkan perdebatan, melainkan menjaga martabat manusia dan kepercayaan publik.
Banyak ilmu dan wawasan berharga yang didapatkan oleh para peserta dari workshop ini, khususnya terkait praktik nyata dalam menangani arus informasi. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menentukan prioritas dan langkah taktis pada 20 menit pertama saat krisis terjadi, termasuk penyusunan holding statement maksimal 100 kata, verifikasi fakta secara cermat, hingga penentuan siapa pihak yang paling tepat untuk berbicara mewakili institusi. Selain itu, ditekankan pula konsep Manage the encounter, not only the message—bahwa mengelola perjumpaan dan batasan dialog sama pentingnya dengan isi pesan yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, FSMR ISI Yogyakarta diharapkan semakin siap dalam mengantisipasi dan merespons berbagai dinamika komunikasi institusional secara profesional, terukur, dan transparan guna menjaga reputasi lembaga di mata publik. (Humas)





![]()