{"id":1249,"date":"2017-06-15T10:26:47","date_gmt":"2017-06-15T03:26:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/?p=1249"},"modified":"2017-06-15T10:26:47","modified_gmt":"2017-06-15T03:26:47","slug":"pameran-fotografi-hitam-putih-analog-visual-routinity","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/pameran-fotografi-hitam-putih-analog-visual-routinity\/","title":{"rendered":"Analog Black and White Photography Exhibition: Visual Routinity"},"content":{"rendered":"<p>Fotografi hitam putih merupakan salah satu bagian sejarah teknologi dan visualisasi fotografi dunia. Praktik fotografi hitam putih sempat menjadi mainstream fotografi dunia sebelum fotografi berwarna ditemukan. Bahkan pada saat teknologi fotografi berwarna sudah ditemukan sekalipun, praktik fotografi hitam putih tidak surut. Hal itu terjadi karena secara visual tampilan hitam putih memiliki karakter yang khas, sehingga menjadi magnet tersendiri bagi fotografer untuk terus melakoninya. Setidaknya fakta sejarah itulah yang dapat kita lihat hingga awal abad ke 21.<br \/>\nSesuatu yang sangat drastis terjadi ketika teknologi fotografi digital mulai melanda. Film hitam putih seakan hilang ditelan bumi. Praktik fotografi hitam putih menurun pada titik terendah, bahkan banyak produsen film menghentikan produksi film karena alasan ekonomi. Di masa ini, film seakan sudah \u201chabis\u201d \u00a0tinggal \u00a0cerita, ditinggalkan \u00a0oleh \u00a0fotografer. \u00a0Kamar \u00a0gelap \u00a0foto \u00a0hitam \u00a0putih \u00a0banyak \u00a0yang terbengkalai. Masyarakat sudah sedemikian terbius oleh ke-serba cepat-an fotografi digital. Selama hampir dua dekade fotografi digital meraja, menyisakan sedikit pecinta fotografi hitam putih analog.<br \/>\nNamun, \u00a0sesuatu \u00a0tak \u00a0terduga \u00a0terjadi, \u00a0ke-serba\u00a0 cepat-an\u00a0 fotografi\u00a0 digital \u00a0ternyata \u00a0menimbulkan kejenuhan di kalangan penggunanya. Nyatanya, fotografer masih menginginkan sebuah ritual kreativitas dalam berfotografi, lebih dari sekadar menekan tombol rana di kamera. Dalam kurun waktu 5 tahun, muncul komunitas-komunitas fotografi yang berbasis pada film analog. Ke-khas-an ritual fotografi film dan karakteristik visual foto hitam putih ternyata mampu membuatnya bertahan. Hal ini pula lah yang menjadi latar \u00a0belakang digelarnya pameran fotografi hitam\u00a0 putih \u00a0analog\u00a0 oleh \u00a0mahasiswa fotografi Angkatan 2016 Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta. Dalam tajuk Visual Routinity, 70 pengkarya menggelar pameran di Galeri FSMR, ISI Yogyakarta. Materi perkuliahan fotografi hitam putih memang masih dipertahankan bahkan menjadi mata kuliah wajib di ISI Yogyakarta. Menurut Dr. Irwandi, M.Sn., kurator sekaligus pengampu mata kuliah Fotografi Hitam Putih di Jurusan Fotografi ISI Yogyakarta, \u201cPraktik foto hitam putih analog sangat penting dalam menanamkan kegigihan berkarya dan berkreativitas\u00a0 \u00a0bagi mahasiswa karena banyak hal seperti mencuci film dan mencetak foto yang harus dilakukan sendiri, tanpa bantuan teknologi digital\u201d. \u201champir tidak ada tempat untuk kesalahan\u201d lanjut Irwandi.<br \/>\nPameran foto hitam putih analog sudah menjadi agenda tahunan di Jurusan Fotografi ISI Yogyakarta. Pameran kali ini menampilkan karya-karya foto hitam putih yang menampilkan <em>subject matter <\/em>manusia dengan berbagai aktivitasnya. Selain itu, ditampilkan pula foto-foto hasil eksperimentasi peserta pameran dalam bentuk karya foto yang \u201ctidak biasa\u201d.<br \/>\nSelain pameran, panita juga akan menyelenggarakan workshop fotografi hitam putih, teknik cetak gum bichromate, dan sarasehan. Acara-acara tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan kembali fotografi analaog sekaligus melatih\u00a0 mahasiswa untuk \u00a0tampil \u00a0di \u00a0masyarakat. Acara \u00a0workshop akan \u00a0diisi \u00a0oleh perwakilan peserta\u00a0 pameran dan \u00a0Kelompok Kegiatan Mahasiswa KOPPI \u00a0(Keluarga Old \u00a0Photogaphic Processes ISI Yogyakarta). Semua workshop dapat diikuti segala kalangan tanpa dipungut biaya melalui pendaftaran.<br \/>\n<strong>Jadwal Acara Pameran Foto Hitam Putih Analog: Visual Routinity<br \/>\n<\/strong><strong>Pembukaan<br \/>\n<\/strong>Hari\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Senin<br \/>\nTangal\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 12 Juni 2017<br \/>\nPukul\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 15.30 WIB<br \/>\nPameran dibuka oleh Purek III ISI Yogyakarta<br \/>\nTempat\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Halaman Galeri Fakultas Seni Media Rekam, Jl. Parangtritits km. 6,5 Yogyakarta<br \/>\n<strong>Sarasehan bersama kurator<br \/>\n<\/strong>Hari\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Selasa<br \/>\nTanggal\u00a0\u00a0 : 13 Juni 2017<br \/>\nPukul\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 13.00 \u2013 15.00 WIB<br \/>\nTempat\u00a0\u00a0\u00a0 : Galeri Fakultas Seni Media Rekam<br \/>\nTema\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : \u201cMengapa masih Berhitam Putih?<br \/>\n<strong>Workshop Gum Bichromate (Gratis, tempat terbatas)<br \/>\n<\/strong>Hari\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Rabu<br \/>\nTanggal\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 14 Juni 2017<br \/>\nPukul\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 13.30 \u2013 17.00 WIB<br \/>\nTempat\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Galeri Fakultas Seni Media Rekam<br \/>\nPemateri\u00a0\u00a0\u00a0 : <strong>KOPPI (Keluarga Old Photographic Processes ISI Yogyakarta<br \/>\n<\/strong><br \/>\n<strong>Workshop Cuci Film (Gratis, tempat Terbatas)<br \/>\n<\/strong>Hari\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Kamis<br \/>\nTanggal\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 15 Juni 2017<br \/>\nPukul\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 13.30 \u2013 17.00 WIB<br \/>\nTempat\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Galeri Fakultas Seni Media Rekam<br \/>\nPemateri\u00a0\u00a0\u00a0 : Sunny Sixteen (Fotografi \u201916 ISI Yogyakarta)<br \/>\n&nbsp;<br \/>\n<div id='gallery-1' class='gallery galleryid-1249 gallery-columns-5 gallery-size-thumbnail'><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon portrait'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/poster-black-n-white\/'><img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/poster-black-n-white-150x150.jpg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/pemotongan-pita-black-n-white\/'><img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Pemotongan-Pita-Black-n-white-150x150.jpg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/black-n-white\/'><img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Black-n-white-150x150.jpg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/pembukaan-black-n-white-01\/'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Pembukaan-Black-n-white-01-150x150.jpg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/suasana-pameran-black-n-white\/'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/suasana-pameran-black-n-white-150x150.jpg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure>\n\t\t<\/div>\n<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fotografi hitam putih merupakan salah satu bagian sejarah teknologi dan visualisasi fotografi dunia. Praktik fotografi hitam putih sempat menjadi mainstream fotografi dunia sebelum fotografi berwarna ditemukan. Bahkan pada saat teknologi fotografi berwarna sudah ditemukan sekalipun, praktik fotografi hitam putih tidak surut. Hal itu terjadi karena secara visual tampilan hitam putih memiliki karakter yang khas, sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1251,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[79],"tags":[213,69,214,150,215,216],"class_list":["post-1249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serbaneka","tag-analog","tag-fotografi","tag-hitam-putih","tag-koppi","tag-routinity","tag-visual"],"a3_pvc":{"activated":false,"total_views":2,"today_views":0},"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/poster-black-n-white-652x445.jpg",652,445,true],"list":["https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/poster-black-n-white-463x348.jpg",463,348,true],"medium":["https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/poster-black-n-white-300x300.jpg",300,300,true],"full":["https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/poster-black-n-white.jpg",652,654,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1249\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fsmr.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}