FSMR ISI YOGYAKARTA PERKUAT KOMPETENSI AI DAN ETIKA KREATIF DALAM PROGRAM MAGANG BERDAMPAK BATCH 7 DI KEMENKES RI

FSMR ISI YOGYAKARTA PERKUAT KOMPETENSI AI DAN ETIKA KREATIF DALAM PROGRAM MAGANG BERDAMPAK BATCH 7 DI KEMENKES RI

Jakarta, 3 Agustus 2026 — Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali melaksanakan Program Magang Berdampak Batch 7 melalui kerja sama dengan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Memasuki angkatan ketujuh, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja profesional kepada mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) beserta etika pemanfaatannya sebagai bagian dari praktik industri kreatif dan komunikasi publik.

Serah terima peserta magang dilaksanakan pada Senin (3/8) di Ruang Rapat Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan Program Magang Berdampak Batch 7 yang akan berlangsung hingga 31 Desember 2026 di lingkungan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI.

Dari pihak ISI Yogyakarta, kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FSMR, Arif Sulistiyono, M.Sn., bersama Koordinator Program Magang Berdampak, Ghalif Putra Sadewa. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI diwakili oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman, S.T., M.K.M., beserta jajaran.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi magang, seluruh calon peserta mengikuti proses pembekalan dan penajaman kompetensi yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja. Selain penguatan pada bidang produksi konten kreatif, dokumentasi, komunikasi visual, dan audiovisual, Batch 7 menghadirkan materi baru mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta etika penggunaannya dalam proses kreatif. Materi tersebut diberikan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin terintegrasi dalam produksi media dan komunikasi publik, sehingga mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, efektif, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik maupun profesional.

Lima mahasiswa terpilih mengikuti Program Magang Berdampak Batch 7, yaitu Aditya Reza Bahari, Bachtiar Ma Arif, Fauzan Al Ansahri, Mufidah Weny Septiana, dan Nicholas Gaharu Satrio. Selama menjalani program, para mahasiswa akan terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas komunikasi publik, produksi konten digital, dokumentasi, dan publikasi media di lingkungan Kementerian Kesehatan RI.

Sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman, program ini memberikan rekognisi akademik berupa konversi sebesar 20 SKS kepada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan magang sesuai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Skema tersebut menjadi bentuk integrasi antara pengalaman profesional di dunia kerja dengan proses akademik di perguruan tinggi.

Program Magang Berdampak FSMR ISI Yogyakarta telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak tahun 2023 sebagai program magang mandiri yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dan dunia pendidikan. Melalui kolaborasi yang terus berkembang bersama Kementerian Kesehatan RI, FSMR ISI Yogyakarta berkomitmen menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kompetensi kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu berkontribusi dalam penguatan komunikasi publik di era digital. (Humas)

Loading

Search
Categories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN