Yogyakarta, 12 Agustus 2026 — Dosen Program Studi Animasi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Nissa Fijriani, S.Sn., M.Sn., terpilih sebagai salah satu peserta Australia Awards Short Course (AASC) 2026 dengan tema Developing and Protecting Intellectual Property in the Animation Industry.
Program yang dirancang oleh Curtin University, Perth, Australia, tersebut menjadi forum pengembangan kapasitas bagi akademisi, praktisi industri, dan perwakilan pemerintah Indonesia dalam memahami strategi pengembangan serta perlindungan Intellectual Property (IP) di industri animasi.
Keikutsertaan Nissa dalam program ini sejalan dengan bidang akademik dan penciptaan yang selama ini dikembangkannya, khususnya dalam pengembangan animasi yang memiliki nilai sosial dan edukatif. Dalam program AASC, Nissa membawa "Mika and Her Special Friends”, sebuah proyek IP animasi yang mengangkat isu neurodiversitas dan pendidikan inklusif.
Proyek tersebut dikembangkan sebagai media untuk meningkatkan awareness mengenai neurodiversitas di lingkungan sekolah, sekaligus membantu anak-anak memahami keberagaman cara belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi. Melalui pendekatan storytelling dan karakter animasi, Mika and Her Special Friends diharapkan dapat menjadi media yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan menerima keberagaman neurokognitif.
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pembelajaran dari akademisi dan praktisi mengenai pengembangan IP, strategi perlindungan kekayaan intelektual, storytelling, pengembangan karakter, hingga pengelolaan IP dalam industri kreatif. Nissa juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan masukan terhadap pengembangan Mika and Her Special Friends, khususnya terkait aspek cerita, karakter, visual development, serta potensi pengembangan IP.
Selain kegiatan akademik, AASC memberikan pengalaman langsung melalui kunjungan dan interaksi dengan industri kreatif Australia. Peserta berkesempatan mengenal ekosistem industri animasi di Perth serta mengikuti kunjungan industri animasi di Sydney. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai praktik profesional, proses kreatif, serta pengembangan karya animasi dalam industri Australia.
Yogyakarta, 12Agustus 2026 — Dosen Program Studi Animasi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Nissa Fijriani, S.Sn., M.Sn., terpilih sebagai salah satu peserta Australia Awards Short Course (AASC) 2026 dengan tema Developing and Protecting Intellectual Property in the Animation Industry.
Program yang dirancang oleh Curtin University, Perth, Australia, tersebut menjadi forum pengembangan kapasitas bagi akademisi, praktisi industri, dan perwakilan pemerintah Indonesia dalam memahami strategi pengembangan serta perlindungan Intellectual Property (IP) di industri animasi.
Keikutsertaan Nissa Fijriani dalam program ini sejalan dengan bidang akademik dan penciptaan yang selama ini dikembangkannya, khususnya dalam pengembangan animasi yang memiliki nilai sosial dan edukatif. Dalam program AASC, Nissa Fijriani membawa "Mika and Her Special Friends”, sebuah proyek IP animasi yang mengangkat isu neurodiversitas dan pendidikan inklusif.
Proyek tersebut dikembangkan sebagai media untuk meningkatkan awareness mengenai neurodiversitas di lingkungan sekolah, sekaligus membantu anak-anak memahami keberagaman cara belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi. Melalui pendekatan storytelling dan karakter animasi, Mika and Her Special Friends diharapkan dapat menjadi media yang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan menerima keberagaman neurokognitif.
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pembelajaran dari akademisi dan praktisi mengenai pengembangan IP, strategi perlindungan kekayaan intelektual, storytelling, pengembangan karakter, hingga pengelolaan IP dalam industri kreatif. Nissa juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan masukan terhadap pengembangan Mika and Her Special Friends, khususnya terkait aspek cerita, karakter, visual development, serta potensi pengembangan IP.
Selain kegiatan akademik, AASC memberikan pengalaman langsung melalui kunjungan dan interaksi dengan industri kreatif Australia. Peserta berkesempatan mengenal ekosistem industri animasi di Perth serta mengikuti kunjungan industri animasi di Sydney. Kegiatan tersebut memberikan gambaran mengenai praktik profesional, proses kreatif, serta pengembangan karya animasi dalam industri Australia. (Humas)



![]()